Opposite News - Calon Kapolri yang akan dipilih Presiden Prabowo Subianto diyakini bukan orang dari lingkaran Jenderal Listyo yang saat ini menduduki posisi strategis dan berpangkat jenderal bintang tiga atau Komjen.
Pengamat
Politik dan Militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting
mengatakan, saat ini beredar sejumlah nama-nama kandidat calon Kapolri.
Kebanyakan mereka memiliki huruf dengan R.
Beberapa
Komjen atau jenderal bintang tiga yang memiliki nama berawalan R, yakni
Komjen R. Z. Panca Putra Simanjuntak yang saat ini menjabat sebagai
sekretaris utama Lemhannas, lulusan akademi kepolisian (Akpol) 1990.
"Berikutnya
ada Komjen Polisi Rudi Heriyanto Adi Nugroho jabatannya Sekjen KKP,
lulusan sekolah perwira kepolisian (Secapa) tahun 1993. Dan terakhir
adalah Komjen Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono yang saat ini menjabat
sebagai Irjen Kementerian UMKM, lulusan akademi kepolisian 1991," kata
Selamat, Senin (9/6/2025).
Dia menilai,
Presiden Prabowo tidak akan mengambil personel yang saat ini sudah
berpangkat bintang tiga dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya
mereka disebut merupakan orang-orang dari lingkaran Jenderal Pol. Listyo
Sigit.
Menurutnya, Prabowo dinilai justru akan
mempertimbangkan para perwira jenderal bintang dua atau Irjen yang saat
ini menduduki sejumlah jabatan salah satunya kapolda.
"Menarik,
tentu saja Prabowo berusaha mencari figur yang tidak ada irisan dengan
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sehingga dari nama
jenderal polisi bintang tiga ini, tentu saja masih banyak yang dekat
sekali dengan Listyo," katanya.
Selamat
menyebut ada seseorang yang merupakan lulusan terbaik dari Akademi
Kepolisian (Akpol) tetapi kariernya di kepolisian, justru tidak
secemerlang kawan-kawan seangkatan maupun para juniornya.
Bahkan
dia mengatakan, tokoh ini seakan tak diberi oleh oleh Kapolri Jenderal
Pol Listyo Sigit di kepolisian. Sosok tersebut adalah yaitu Irjen Rudi
Darmoko yang saat ini baru menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur
(NTT).
"Rudi Darmoko ini terseok-seok tiga
tahun menjadi widyaiswara di sespim lemdiklat polri selama tiga tahun,
setelah itu baru menjadi kasespim lemdiklat polri untuk posisi bintang
dua pada akhir 2024 lalu. Setelah itu lima, enam bulan barulah dia
menjadi Kapolda NTT," jelasnya.
Tak hanya itu,
Rudi Darmoko dinilai memiliki hubungan yang baik dengan Presiden
Prabowo. Pasalnya sang ayah yang merupakan pensiunan TNI pernah
bergabung dengan pasukan khusus yakni Kopassus.
"Karena
ayahandanya Letkol Infanteri (Purn) Jumadi adalah keluarga besar
Kopassus. Jadi memang Rudi Darmoko menurut saya punya peluang lebih
besar daripada teman-teman seangkatannya, dan juga kemungkinan dari para
seniornya menjadi komjen polisi alias polisi bintang tiga," tegasnya.
Lebih
lanjut, Selamat menilai wacana pergantian Kapolri ini sebagai upaya
Presiden Prabowo untuk bersih-bersi di Polri. Sebab selama 10 era
kepemimpinan Jokowi, citra Polri dinilai sangat buruk dan cenderung
digunakan sebagai alat kekuasaan bahkan untuk kepentingan di pemilu.
Dengan hal tersebut, maka belakangan muncul istilah Polri sebagai partai politik yang disebut partai cokelat (parcok).
"PR
besar bagi Kapolri yang baru mengembalikan marwah Polri yang lembaganya
hancur di era 10 tahun Jokowi. Hancur karena Polri dituding masuk dalam
kegiatan politik praktis, menjadi bagian dari rezim kekuasaan
pemerintah Presiden Jokowi," tandas Selamat.
Sumber: monitor







0 comments:
Posting Komentar