Opposite News 24 - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengatakan Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, seharusnya memiliki sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut diserang.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, JK menyebut Indonesia perlu menunjukkan keberpihakan terhadap negara yang menjadi korban serangan.
Dia menilai sikap tersebut penting agar Indonesia tetap konsisten dalam mendorong kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia dan dunia Islam.
"Sebagai negara yang diserang dan teraniaya, Indonesia harus punya sikap. Logikanya kita harus berpihak kepada negara yang diserang," kata JK.
JK menambahkan, posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, diharapkan memiliki posisi yang jelas dalam merespon konflik yang melibatkan negara-negara Islam. Selain itu, JK menilai Indonesia tidak seharusnya bersikap netral tanpa menunjukkan keberpihakan.
Seharusnya, kata ia, persoalan konflik ini dapat dibahas dan dicarikan solusinya dalam forum internasional seperti Board of Peace.
"Kalau tidak bisa diselesaikan melalui forum perdamaian, buat apa kita menjadi bagian dari itu. Artinya Indonesia harus menyuarakan sikap secara tegas," kata JK dalam keterangannya diterima di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan ini disampaikannya dalam konteks meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, pada kegiatan buka bersama dengan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) saat buka puasa bersama di kawasan Jakarta, Jumat.
Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyampaikan belasungkawa atas terbunuhnya pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei. Indonesia meminta semua pihak untuk menahan diri. Indonesia siap untuk menjadi mediator pihak-pihak yang terlibat konflik.
Dalam pernyataan di platform X, Selasa (3/3), Sugiono menyebut telah melakukan komunikasi via telepon dengan Araghchi untuk membahas eskalasi situasi di Timur Tengah.
"Indonesia senantiasa siap memainkan peran konstruktif dalam mendorong perdamaian, termasuk mengungkapkan keinginan kami memfasilitasi dialog dan mediasi," kata Menlu RI terkait pembicaraannya dengan Menlu Iran.
Sugiono mengatakan bahwa peran konstruktif tersebut dilandasi dengan keinginan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut serta menghentikan jatuhnya korban jiwa rakyat yang tak berdosa.
Ia menyampaikan desakan Indonesia terhadap semua pihak untuk menahan diri dan segera mengambil langkah de-eskalasi konflik.
Ia juga menekankan bahwa hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus senantiasa dipatuhi oleh semua pihak.
"Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai stabilitas kawasan," katanya, menambahkan.
Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangan gabungan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas aksi militer itu dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset AS di sejumlah negara Teluk.







0 comments:
Posting Komentar