Opposite News 24 - Berbuntut panjang. Aada dana besar yang disebut sebagai penyokong Roy Suryo untuk mengusust Ijazah Joko Widodo.
Dana besar itulah yang kemudian membuat kasus ini terus bisa bergulir dan Roy Suryo punya kekuatan.
Seperti
diketahui, sejauh ini Roy Suryo dan kawan-kawan masih kukuh soal Ijazah
Jokowi. Roy Suryo bahkan sampai mengatakana dugaan ijazah Jokowi Palsu.
Kasus
ini terus bergulir dan Jokowi juga membuat laporan ke Polisi. Presiden
ketujuh RI itu mengau terusik juga dnegan usaha-usaha dan tudingan
membongkar Ijazah miliknya.
Terlebih lagi sempat dikatakan palsu. Kini apa yang dilakukan Roy Suryo disebut karena adanya dana besar yang menyokong.
Lalu, bagaimana tanggapan Roy Suryo ?
Terbaru
Pakar telematika Roy Suryo membantah tudingan bahwa dia mendapat dana
besar dalam kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden RI Joko Widodo
(Jokowi).
Adapun tudingan itu disampaikan oleh eks Tenaga Ahli Utama Staf Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin lewat podcast.
Roy menepis tudingan Ngabalin ketika keduanya berdebat dalam program Kompas Petang, Kamis malam, (5/6/2025).
“Mumpung
hari yang baik, saya ketuk hati Anda. Bersediakah bersaksi di bawah Al
Quran bahwa tuduhan Anda bahwa saya menerima dana besar itu benar atau
tidak," kata Roy menantang Ngabalin.
"Saya berani bersumpah di bawah Al Quran bahwa itu tidak benar sama sekali. Itu bohong, Bang Ngabalin."
Ngabalin lalu meminta Roy untuk memutar ulang semua podcast.
“Kemudian,
dengar baik-baik pakai hati, pakai pikiran dengan teduh, bahwa proses
tuduhan terhadap Jokowi 10 tahun dengan ijazah palsu itu berapa biaya
yang digunakan. Itu dana besar, kan, Mas?” ujar Ngabalin.
“Karena itu saya bilang hanya urusan ijazah palsu 10 tahun, berapa biayanya? Banyak, kan?.
Dia lalu menyarakan Kompas membuat forum khusus untuk membincangkan tudingan itu agar bisa memperjelasnya.
Roy pun sepakat dengan usul Ngabalin. “Kita tunggu di bawah Al Quran, Bang Ngabalin,” kata Roy.
Kubu Roy minta Bareskrim lakukan gelar perkara ulang
Sementara
itu, beberapa hari lalu kubu Roy Suryo memberikan serangan balik
terhadap hasil uji keaslian ijazah oleh Puslabfor Polri.
Mereka menuntut agar penyelidik Bareskrim Polri melakukan gelar perkara ulang.
Menurut
Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Rizal Fadillah,
pengumuman hasil penyelidikan Bareskrim Polri berbau pemihakan dan
perlindungan kepada Jokowi.
Dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Rizal mempertanyakan maksud ijazah yang dinyatakan otentik.
"Identik
dan nonidentik yang berubah menjadi otentik. Yang asli tidak boleh
diubah menjadi palsu, demikian juga yang palsu jangan disebut asli,"
paparnya, Jumat (30/5/2025).
Rizal menutut agar Bareskrim Polri segera melakukan gelar perkara khusus (ulang).
Permintaan gelar perkara khusus sudah dilakukan dan diterima oleh Biro Pengawas Penyidikan Bareskrim Polri awal pekan kemarin.
"Yang ditunggu adalah gelar perkara baru yang lebih terbuka dan jujur," imbuhnya.
Sementara itu, Bareskrim Polri memastikan tak ada cacat hukum atas gelar perkara kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Hal itu ditegaskan oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan, Selasa, (27/5/2025).
"Yang
jelas kami bekerja secara profesional dan semua yang dilakukan bisa
kami pertanggung jawabkan, saat gelar kami juga sudah menghadirkan dari
pengawas yaitu Wasidik, Propam, Itwasum dan Divkum," katanya.
Djuhandhani menuturkan bahwa ijazah asli Jokowi tidak dapat ditunjukkan karena sudah diambil oleh terlapor.
Menurutnya, ijazah asli itu juga akan ditunjukkan di muka persidangan.
"Ijazah asli kan sudah diambil kembali oleh pemilik ijazah," tutur Dirtipidum.
"Oleh pemilik ijazah akan ditunjukkan langsung oleh pemilik kalau diperlukan dalam persidangan," tambahnya.
Tentu saja ini patut juga diusut. Apakah itu benar atau hanya fitnah.
Sumber: Tribunnews







0 comments:
Posting Komentar