Sandiaga Uno Ajak Wisudawan YARSI Ciptakan Lapangan Kerja dan Berdampak bagi Masyarakat

Opini Rakyat, JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. 

Sandiaga menegaskan wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal tanggung jawab para lulusan untuk mengamalkan ilmu dan berkontribusi bagi masyarakat.

"Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tapi juga sudah mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," kata Sandiaga.

Pesan tersebut disampaikan Sandiaga saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas YARSI Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Menurut dia, generasi muda Indonesia harus mampu menjawab tantangan zaman dengan kompetensi, karakter, dan kontribusi nyata. 

Ilmu yang diperoleh selama kuliah perlu diwujudkan menjadi solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

"Wisuda itu adalah your starting line. Garis start Anda dan awal perjuangan kita semua," ujarnya.

Dia mengingatkan, tanggung jawab lulusan perguruan tinggi tidak hanya kepada diri sendiri dan keluarga, tetapi juga kepada masyarakat. 

Sandiaga juga menyoroti perubahan kebutuhan keterampilan di dunia kerja. 

Mengutip laporan World Economic Forum 2025, dia menyebut sekitar 30 persen keterampilan inti pekerja diperkirakan berubah atau menjadi usang pada 2030.

Kondisi tersebut, menurut dia, menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan mengembangkan kemampuan melalui pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning.

"Lifelong learning, belajar sepanjang hayat, menjadi kunci daya saing kita," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Universitas YARSI mengukuhkan 325 wisudawan dan wisudawati yang terdiri atas 258 lulusan sarjana, 66 magister, dan satu doktor.

Rektor Universitas YARSI, Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K), Subsp.I.I., mengatakan penguatan kualitas pendidikan terus dilakukan melalui peningkatan akreditasi, pengembangan riset, dan transformasi pembelajaran.

"Kami ingin menghasilkan insan-insan yang tidak hanya unggul di bidang pengetahuan, tetapi juga jujur dalam perkataan, amanah dalam pekerjaan, adil dalam keputusan, dan rendah hati dalam keberhasilan, serta berani membela kebenaran," katanya.

Ratna juga mengingatkan para lulusan agar membawa ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dengan integritas dan akhlak yang baik.

Nilai-nilai Islam, menurut dia, tidak cukup dipahami sebagai pengetahuan di ruang kelas, tetapi harus menjadi pedoman dalam bekerja, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan masyarakat.

"Nilai Islam untuk kami dan untuk Anda bukan sekadar pengetahuan yang kita pelajari di ruang kelas, melainkan sebuah pedoman bagaimana ilmu digunakan dan dipertanggungjawabkan," katanya.

Lulusan perguruan tinggi, kata Ratna, diharapkan tidak hanya berhasil dalam kehidupan pribadi, tetapi juga mampu menghadirkan kebaikan bagi orang lain serta menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.

Universitas YARSI menargetkan seluruh program studi meraih akreditasi unggul dalam dua hingga tiga tahun ke depan. 

Sementara itu, seluruh program studi ditargetkan memperoleh akreditasi internasional dalam lima tahun.

Kampus tersebut juga menyiapkan penguatan program magang mahasiswa selama enam bulan hingga satu tahun, serta menargetkan jumlah mahasiswa meningkat dua kali lipat dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Di bidang penelitian, Universitas YARSI mengalokasikan dana riset sebesar Rp6 miliar setiap tahun. 

Pengembangan fasilitas penelitian juga terus dilakukan, termasuk penambahan peralatan laboratorium kedokteran dengan nilai investasi sekitar Rp10 miliar dalam dua tahun terakhir.

Ratna mengatakan, penguatan penelitian merupakan bagian dari pelaksanaan Caturdharma Universitas YARSI sekaligus upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.

Selain itu, Universitas YARSI menargetkan dua jurnal yang dikelolanya terindeks Scopus dan menyiapkan dua program studi dengan skema dual degree internasional.


Sumber: Tribunnews

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama