Opini Rakyat - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, mendadak jadi sorotan setelah 155 siswa dari tingkat PAUD hingga SMP mengalami keracunan massal usai menyantap makanan yang dibagikan.
Tak hanya para siswa, sejumlah orang tua murid juga ikut mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan jatah anak mereka yang dibawa pulang ke rumah.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (16/4/2026) dan hingga kini masih dalam penanganan pihak rumah sakit serta puskesmas setempat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Feri Oktavia, mengatakan sebagian besar siswa sudah mendapat penanganan medis, meski masih ada beberapa yang harus menjalani perawatan lanjutan.
“Untuk kondisi pagi ini, penanganan masih berlangsung di rumah sakit dan puskesmas,” ujar Feri, Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, RSUD Palmatak menerima 114 pasien, dengan 110 siswa sudah dipulangkan, sementara 4 siswa masih dirawat.
Sementara itu di Puskesmas Siantan Tengah, tercatat 41 pasien dirawat, dan 15 orang di antaranya masih menjalani perawatan medis.
Feri menjelaskan para siswa yang terdampak berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, dan bukan berasal dari satu sekolah saja.
Menurutnya, makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari satu penyedia layanan pangan (SPPG) yang mendistribusikan makanan ke beberapa sekolah di wilayah tersebut.
“Bukan dari satu sekolah saja, tapi dari beberapa sekolah berbeda. Makanannya dari satu SPPG,” jelasnya.
Yang mengejutkan, sejumlah orang tua siswa juga ikut keracunan karena turut memakan makanan jatah anak atau cucunya di rumah.
“Ada juga orang tua yang ikut keracunan karena makan jatah anak atau cucunya yang dibawa pulang,” katanya.
Saat ini, penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan. Sampel makanan telah diamankan dan akan dikirim ke laboratorium di Batam untuk diperiksa lebih lanjut oleh BPOM atau Labkesmas.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menentukan sumber utama keracunan dalam insiden yang membuat puluhan siswa dan warga tumbang tersebut.***







0 comments:
Posting Komentar