:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sufmi-Dasco-Ahmad-di-kompleks-parlemen-09062026.jpg)
Opini Rakyat - Upaya penyelundupan 1,16 ton ketamin yang digagalkan aparat di perairan Sumatra Utara (Sumut) menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba terhadap generasi muda dapat datang dari jaringan lintas negara.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang diungkap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
“Tadi, saya dapat data dari Pak Kapolri bahwa baru-baru ini Polri dengan BNN bekerja sama menangkap kapal yang membawa bahan narkoba satu ton ketamin, namanya kapal MT Global 168 di Belawan,” ujar Dasco dalam siaran pers yang diterima Opini Rakyat, Minggu (25/10/2026).
Dalam pengungkapan tersebut, tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencegat kapal di perairan Tanjungbalai Asahan, kemudian membawanya ke Pelabuhan Belawan.
Petugas menyita 58 karung berisi 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) serta mengamankan delapan awak kapal yang terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan.
Berdasarkan data Polri, kapal berbendera Mongolia itu berangkat dari Pasir Gudang, Johor, Malaysia, dan terdaftar atas nama perusahaan asal Malaysia, Makmur Marine Petroleum, yang beralamat di Suite S11 dan S12, Lantai 5, Menara TJB, Johor Bahru.
Penyidik hingga kini masih menelusuri jaringan di balik pengiriman tersebut.
Menurut Dasco, temuan itu menunjukkan bahwa peredaran narkoba yang mengincar anak-anak bangsa bergerak melintasi batas negara. Ia menilai, penindakan yang dilakukan tim gabungan telah menyelamatkan jutaan anak Indonesia dari bahaya narkoba.
“Kami semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat dapat merusak anak-anak negeri,” tegas Dasco.
Di hadapan para pelaku ekonomi kreatif, Dasco kemudian mengaitkan bahaya narkoba dengan kreativitas yang menjadi salah satu bekal utama anak muda untuk berkarya bagi bangsa.
“Kalau sudah kena narkoba, kreativitasnya jadi sangat-sangat berkurang,” tuturnya.
Sumber: Tribunnews