:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kartu-kredit1232.jpg)
Opini Rakyat - Pernahkah kamu memperhatikan bahwa kartu kredit dari berbagai bank memiliki bentuk dan ukuran yang hampir sama?
Hal ini bukan sekadar kebetulan. Ukuran kartu kredit dibuat berdasarkan standar internasional agar dapat digunakan pada berbagai mesin pembayaran.
Menurut artikel Reader’s Digest, keseragaman ukuran kartu kredit berkaitan dengan upaya memastikan kartu dapat digunakan pada mesin pemrosesan pembayaran yang berbeda.
Standar ini juga berlaku untuk kartu debit dan kartu ATM.
Berkat keseragaman tersebut, kartu dapat digunakan pada berbagai perangkat, termasuk mesin ATM di luar negeri yang mendukung kartu tersebut.
Sejarah Standar Ukuran Kartu Kredit
Gagasan mengenai kartu kredit sudah muncul sejak awal 1900-an.
Pada masa itu, kartu pembayaran dibuat menggunakan berbagai bahan, seperti logam, kertas, dan karton.
Perkembangan mulai terjadi ketika sejumlah bank besar mulai menerbitkan kartu kredit mereka sendiri pada 1958.
Seiring dengan meningkatnya penggunaan kartu, diperlukan standar yang membuat kartu dari berbagai penerbit dapat digunakan pada mesin pembayaran yang sama.
Organisasi Internasional untuk Standardisasi atau International Organization for Standardization (ISO) kemudian menetapkan standar ukuran kartu.
Tujuannya adalah memastikan kartu kredit kompatibel dengan mesin pemrosesan pembayaran.
Dengan standar tersebut, pengguna tidak perlu khawatir bahwa kartu dari satu bank memiliki ukuran yang berbeda dari kartu bank lainnya.
Keseragaman ini juga membantu penggunaan kartu pada mesin ATM di berbagai negara.
Berapa Ukuran Standar Kartu Kredit?
ISO memasukkan kartu kredit, kartu debit, dan kartu ATM ke dalam kategori ID-1.
Kategori ini menetapkan ukuran dan bentuk kartu yang digunakan secara luas untuk berbagai keperluan identifikasi dan pembayaran.
Menurut Reader’s Digest, ukuran standar kartu tersebut adalah sekitar 8,57 sentimeter untuk lebar dan 5,40 sentimeter untuk tinggi. Ketebalannya sekitar 0,076 sentimeter.
Selain ukuran, kartu juga harus memiliki sudut yang membulat.
Ketentuan ini menjadi bagian dari standar fisik yang membuat kartu dapat digunakan pada perangkat yang dirancang untuk menerima kartu berukuran ID-1.
ISO juga menetapkan standar terkait urutan angka pada nomor kartu kredit.
Dengan adanya ketentuan tersebut, kartu pembayaran memiliki format yang mengikuti standar yang telah ditentukan.
Apakah Ukuran Kartu Kredit Akan Berubah pada Masa Depan?
Meskipun ukuran fisik kartu kredit cenderung tetap, teknologi pembayaran terus mengalami perkembangan.
Reader’s Digest menyebutkan bahwa pembayaran nirsentuh atau contactless menjadi salah satu teknologi yang mengubah cara orang menggunakan kartu.
Melalui teknologi ini, pengguna tidak selalu perlu memasukkan kartu ke mesin pembayaran.
Transaksi dapat dilakukan dengan mendekatkan kartu yang mendukung fitur tersebut ke perangkat pembaca.
Selain itu, teknologi biometrik juga berpotensi mengubah metode pembayaran pada masa mendatang.
Teknologi ini memungkinkan identitas pengguna diverifikasi melalui karakteristik fisik, seperti sidik jari atau pemindaian mata.
Perkembangan tersebut membuka kemungkinan bahwa pembayaran suatu saat dapat dilakukan tanpa kartu fisik.
Namun, Reader’s Digest tidak menyebutkan kapan kartu kredit akan benar-benar tergantikan oleh teknologi tersebut.
Untuk saat ini, kartu kredit tetap digunakan dengan ukuran standar yang sama.
Keseragaman itu memungkinkan kartu dari berbagai penerbit berfungsi pada perangkat pembayaran yang kompatibel, sehingga pengguna dapat melakukan transaksi tanpa harus menyesuaikan ukuran kartu dengan mesin yang digunakan.
(Opini Rakyat/Widya)
Sumber: Tribunnews