
Opposite News 24 - Bakal calon presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan menyatakan perbedaan pendapat atau ketidaksetujuan warga terhadap kebijakan atau pernyataan pemerintah merupakan kewajaran.
Anies juga menyebut pemerintah tak seharusnya merespons kritik dengan panik.
"Kita
kadang-kadang kalau di pemerintahan itu 'matiin tuh kritiknya tuh',
'tolong dong ditelepon jangan kritik lagi nih'. Sebentar, (kritik) itu
sesungguhnya public education," kata Anies, saat berbincang bersama Imam Priyono dan Hendri Satrio di kanal YouTube R66 Newlitics, Jumat (16/12/2022).
Anies
kemudian pun menyebut kritik tidak apa-apa, selama bersifat substantif
dan tidak berisi kebohongan, fitnah, dan ujaran kebencian.
Anies
sebelumnya juga mengatakan pejabat pemerintahan tak perlu panik apabila
mendengar pendapat yang berbeda, sebab sejarah ratusan tahun juga telah
mencatat bahwa tidak ada keputusan yang benar-benar diamini satu suara
oleh seluruh pihak.
"Tidak ada dalam sejarah
itu yang di dalam gelanggang politik 100 persen sependapat, tidak ada.
Pasti ada yang tidak sependapat, pasti ada yang tidak sependapat
sekali," kata dia.
"Terus sekarang, kalau kita lihat ada yang tidak sependapat terus panik? Ya enggak. Ya dari dulu begini."
Mantan
Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan perbedaan pendapat dan kritik itu
justru menjadi alasan agar pihak yang dikritik atau pemerintah
memberikan penjelasan lebih kepada pengkritik.
Dengan
demikian publik mendapat keuntungan dari penjelasan tersebut. Ia pun
menyebut penjelasan tersebut bisa menjadi edukasi gratis buat publik.
"Karena logika sederhananya, kenapa ada Pemilu? karena kita asumsi ada beda pilihan. Itu asumsi paling dasar," kata Anies.