
Opposite News 24 - Kasus viral saat ini tengah membelit kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), setelah sejumlah aparat Kepolisian dan Satpol PP melarang adanya pengibaran bendera merah putih di sana.
Adapun
awalnya ada sebuah ormas yang hendak membentangkan bendera merah putih
sepanjang 21 meter di PIK, sebagai pembuktian kalau kawasan ini memang
tidak dikuasai asing, seperti stigma yang selama ini melekat.
Terkait
polemik ini, aktivis sekaligus tokoh oposisi Neno Warisman ikut angkat
suara. Dia mempertanyakan apakah PIK masih NKRI dengan pelarangan
pengibaran bendera merah putih di sana.
“Kabar
yang cukup memprihatinkan, kemarin ada kabar dilarang bentangkan bendera
merah putih di Jembatan PIK, kenapa bisa begitu?” kata dia di saluran
Youtube-nya, Rabu 18 Agustus 2021.
Dia
lagi-lagi kemudian mempertanyakan soal PIK yang selama ini merupakan
teritori Indonesia, sehingga wajar ada segelintir pihak yang ingin
mengibarkan bendera di sana. Ini, menurut dia, juga sekaligus mematahkan
kalau PIK selama ini tidak pernah tersentuh aturan.
“Sebab
selama ini ada stigma di PIK, di sana tidak berlaku PPKM, kegiatan
berlangsung terus seperti biasa. Warung-warung atau cafe bahkan terus
buka sampai pagi.”
“Inilah yang kemudian memancing pendapat atau reaksi, sampai akhirnya terjadi peristiwa kemarin,” katanya panjang.
Neno
Warisman mengaku tak habis pikir, karena selama ini memang ada banyak
kasus kerumunan di sana yang tak tersentuh. Sementara terhadap kelompok
masyarakat tertentu yang ingin bentangkan kegembiraan merayakan hari
kemerdekaan serta dijamin UU, malah dilarang.
“Sementara
kelompok yang lain enggak diusuk-usik, apakah semakin menguatan stigma
di atas, bila kawasan tersebut selama ini dikuasai asing?” katanya lagi.
[Hops]