Soal Londo Ireng Prabowo, Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Ingatkan Pemerintah Jangan Anti Kritik



Opini Rakyat - - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait Londo Ireng yang diarahkan kepada Jurnalis, Pengamat dan LSM. Menurutnya, kata itu berpotensi mendelegitimasi kritik dan pengawasan terhadap pemerintah. 

Andreas mengatakan, kritik yang diarahkan kepada pemerintah merupakan bagian dari demokrasi. Oleh karena itu, pemerintah tidak seharusnya membalas dengan kata-kata yang memiliki arti tidak baik.

Menurutnya, Fraksi PDI Perjuangan menghormati kebebasan berpendapat dan kebebasan pers sebagai hak konstitusi. Pemerintah harus bijak dalam menyikapi kritik yang diterima.

"Kritik bukan pengkhianatan, melainkan bagian dari proses demokrasi. Pemerintah harus membuktikan bahwa dirinya tidak anti-kritik dengan melindungi kebebasan pers, menjamin ruang masyarakat sipil, dan menjawab kritik dengan data serta perbaikan kebijakan, bukan dengan pelabelan" ujar Andreas, Selasa (28/7).


Dia meminta kepada pemerintah agar tidak menggunakan pelabelan negatif terhadap kelompok jurnalis, pengamat, akademisi, maupun LSM. Segala bentuk kritiknya harus dihormati sebagai kebebasan berpendapat.


Andrea berharap pemerintah lebih terbuka terhadap data, transparansi, dan perbaikan kebijakan saat menjawat kritik. Serangan verbal dianggap bisa mencederai partisipasi publik dalam bernegara.

"Pernyataan tersebut menjadi perhatian Komisi XIII DPR RI karena berkaitan dengan jaminan kebebasan berpendapat, kebebasan pers, perlindungan masyarakat sipil, serta penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia. Pemerintah perlu memastikan komitmen tidak anti-kritik yang diwujudkan melalui kebijakan dan sikap yang menghormati ruang demokrasi," tegasnya.

Prabowo Bicara Londo Ireng 
Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang ia nilai masih memiliki sikap seperti londo ireng. 

Prabowo menilai, sosok-sosok dengan karakter tersebut masih ada hingga saat ini, meski hadir dalam bentuk yang berbeda.

Istilah Londo Ireng pada zaman penjajahan Belanda disematkan untuk menyebut pribumi yang dianggap berpihak kepada kolonial dan mengkhianati bangsanya sendiri.

"Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?" kata Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam Harlah ke-28 PKB, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis malam (23/7).

Sumber: jawapos 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama