Rupiah Makin Mendekati Rp 18.000 di Ujung Mei



Nilai tukar rupiah tembus ke atas Rp 17.800 per dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan hari ini. Rabu (27/5/2026), rupiah dibuka di level Rp 17.834 per dolar AS.

Ini membuat rupiah melemah 0,21% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.796 per dolar AS. Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia dan berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia.

Pengamat pasar menilai pelemahan dipicu kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari memanasnya tensi geopolitik, kenaikan harga minyak mentah, hingga kekhawatiran terhadap kondisi transaksi berjalan Indonesia. Momentum libur nasional juga dinilai dapat memperbesar sentimen di pasar.

Bank Indonesia sebelumnya telah mengambil langkah stabilisasi melalui kebijakan suku bunga untuk meredam tekanan terhadap rupiah. Namun, proyeksi sejumlah analis masih membuka kemungkinan rupiah bergerak mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS apabila tekanan eksternal berlanjut.

Menurut Anda, apa yang paling perlu diprioritaskan untuk menjaga stabilitas rupiah: kebijakan suku bunga, penguatan sektor riil, atau strategi ekonomi lainnya?


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama